Pentingnya Biaya Transaksi Awal Sebelum Berinvetasi Properti

by admin_jack
Pentingnya Biaya Transaksi Awal Sebelum Berinvetasi Properti

YES24.CO.ID – Bagi Anda yang ingin berinvestasi di properti harus memahami biaya apa yang dikeluarkan untuk investasi ini. Kebutuhan akan properti semakin tinggi setiap tahun. Selain itu, meningkatnya jumlah penduduk Indonesia disertai dengan kebutuhan akan tempat berteduh. Sayangnya dalam investasi properti Anda, Anda tidak hanya menghabiskan uang untuk harga pembelian properti. Ada beberapa biaya properti lain yang harus Anda penuhi sebagai berikut:

Komisi broker

Bagi Anda yang menggunakan layanan pihak ketiga, Anda perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk komisi broker. Tingkat komisi ini juga diatur secara terpisah dalam undang-undang. Untuk properti dengan harga jual kurang dari 1 miliar rupiah, tarif komisi adalah 3%. Untuk harga jual antara 1-3 miliar rupiah, Anda harus membayar komisi properti 2,5%. Untuk properti yang terjual di atas 3 miliar, tarif komisi broker sekitar 2% dan untuk sewa adalah 5%.

Pajak

Ada beberapa jenis pajak yang dibebankan untuk transaksi properti ini. Pajak pertambahan nilai atas properti dikenai tarif 10% dari harga jual. Tidak hanya itu Anda juga akan dikenakan pajak penghasilan untuk penjual properti 2,5%. Untuk anak nilai tambah biasanya ditanggung oleh pembeli. Ada juga pajak bumi dan bangunan yang dapat Anda periksa nominal pajak pajak bumi dan bangunan. Jika properti Anda memiliki harga hingga 20 miliar rupiah untuk rumah landed atau 10 miliar untuk apartemen maka Anda masih harus membayar pajak pertambahan nilai untuk barang mewah sebesar 20%.

Notaris

Dalam investasi properti, notaris akan mengambil peran penting. Notaris yang bertindak sebagai pejabat akta tanah nantinya akan membuat akta jual beli yang diperlukan dalam transaksi investasi. Keberadaan notaris ini tidak bisa diabaikan. Notaris juga memiliki peran untuk memverifikasi semua dokumen hukum di mata hukum, alias keasliannya. Untuk jumlah biaya notaris setiap orang berbeda tergantung pada domisili.

Biaya validasi sertifikat

Selain itu ada juga biaya validasi sertifikasi sebesar Rp. 100.000 untuk memeriksa apakah sertifikat di properti Anda asli atau palsu. Setelah mentransfer, tentu saja, Anda memerlukan nama sertifikat. Untuk biaya ini, Anda harus membayar Rp. 750.000. untuk validasi bukti pembayaran pajak umumnya akan dikenakan biaya sebesar Rp. 200.000.

biaya lain-lain

Terkadang ada juga biaya tambahan lain yang perlu dikeluarkan selain biaya di atas. Misalnya, biaya asuransi untuk properti dan renovasi. Biaya tak terduga seperti ini harus menyediakan dana darurat Anda sendiri agar tidak merepotkan ketika membeli dan menjual properti terjadi. Untuk polis asuransi standar saja dapat mencapai 0,5 dari total nilai aset yang dimiliki.

Dalam membeli dan menjual properti lokasi properti yang dimiliki juga mempengaruhi harga properti. Faktor lain yang mempengaruhi harga jual properti termasuk bangunan, fasilitas air dan listrik atau akses transportasi yang memadai. Jika Anda memutuskan untuk tidak langsung menjual properti yang Anda miliki, lebih baik menyewakannya sehingga ada penghasilan tambahan daripada hanya menganggur. Jangan lupa melakukan perawatan seperti memeriksa sebulan sekali untuk menghindari kerusakan bangunan yang lebih parah di masa depan. Saat membeli properti, Anda harus membeli bangunan yang masih berusia antara 3-5 tahun. Bangunan tua akan menambah biaya perawatan yang lebih tinggi daripada bangunan baru karena kekuatannya berkurang.

related articles