Gambar 1 - Prospek atau peluang usaha ternak burung kenari

Dapatkan penghasilan bulanan dari usaha ternak burung kenari. Prospek bisnis peternakan ini menjanjikan karena harganya cenderung stabil dan jumlah permintaannya tinggi.

Kenari merupakan salah satu jenis burung yang cukup banyak digandrungi karena dikenal memiliki kicauan yang merdu dan menawan.

Hewan yang berhabitat asli di Kepulauan Canary, Samudra Atlantik ini menjadi favorit bagi semua orang. Termasuk anak-anak dan orang dewasa.

Peminatnya tidak hanya datang dari orang yang ingin membudidayakan, tetapi juga orang yang hobi memelihara burung atau ingin punya sebagai koleksi di rumah.

Tak hanya di perkotaan, bisnis ini juga sangat berpotensi dijalankan di pedesaan karena peminatnya rata. Berasal dari berbagai kalangan.

Jika Anda tertarik untuk budidaya kenari, maka simak ulasan ini sampai selesai karena kami akan membahasnya secara detail mencakup prospek / peluang, risiko, hingga analisa usahanya.

Prospek atau peluang usaha ternak burung kenari

Prospek atau peluang usaha ternak burung kenariSumber foto: pexels.com

Ada banyak alasan kenapa bisnis ini terbilang menguntungkan bahkan bisa memberikan penghasilan bulanan. Alasan tersebut terlihat pada prospeknya yang jelas sebagaimana dituliskan di bawah ini:

  1. Harganya cenderung stabil.
  2. Menjadi salah satu burung berkicau kelas atas yang banyak peminatnya.
  3. Sangat sering menang kontes, kompetisi, atau gantangan.
  4. Perkembangbiakannya tergolong cepat karena sangat senang kawin.
  5. Modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar atau bisa disesuaikan dengan budget.
  6. Cara ternaknya tidak terlalu sulit.

Selain hal di atas, masih banyak lagi hal lain yang menjadikan bisnis peternakan ini menjanjikan.

Risiko bisnis peternakan kenari

Semua bisnis pasti punya risiko atau kendala yang akan dihadapi selama dijalankan. Khusus untuk usaha ternak burung kenari, waspadailah hal-hal di bawah ini:

  1. Indukan harus dipilih dengan hati-hati.
  2. Adanya kemungkinan kenari berhenti berkicau.
  3. Kesalahan perawatan bisa mengakibatkan burung jadi stres.
  4. Piyiknya ada yang mudah mati. Jadi, harus dirawat dengan sangat baik.
  5. Harga jualnya kadang beda-beda, tergantung daerah dan kualitas burungnya.
  6. Pemasaran harus gencar supaya bisa dijadikan penghasilan bulanan.

Mayoritas resiko di atas berhubungan langsung dengan cara budidaya yang benar. Artinya, apabila Anda sudah menguasai teknik peternakannya. Kemungkinan usaha ternak kenari sukses akan jauh lebih besar.

Kunci ternak kenari sukses

Kunci ternak kenari sukses

Sumber foto: pexels.com

Berikut ini adalah ringkasan info cara beternak kenari dan kunci suksesnya:

  1. Pilihlah indukan terbaik yang siap kawin agar modal tidak terbuang percuma. Usia burung siap kawin sekitar 6 bulanan.
  2. Bila sudah, silakan jodohkan. Tak seperti usaha ternak lovebird yang cenderung memilih jodohnya sendiri, kenari bisa Anda jodohkan dengan lebih mudah. Tinggal didekatkan dan dikenali ciri-cirinya apabila mereka saling suka. Contoh cirinya adalah dengan mengepakkan sayap bagi betina dan berkicau keras sambil menabrak sangkar bagi pejantan.
  3. Bila sudah jodoh dan saling mendekat, silakan lakukan proses perkawinannya. Pastikan semuanya siap.
  4. Proses perkawinan ini umumnya melibatkan 1 ekor jantan dengan 2 atau 3 ekor betina.
  5. Perkawinannya bisa dilakukan saat pagi atau siang (saat ada matahari). Umumnya memakan waktu selama 6 jam.
  6. Jika sudah berhasil dikawinkan. Umumnya burung akan bertelur setelah 14 hari.
  7. Awasi proses pengeraman dengan membantu memberikan penyinaran menggunakan lampu 5 watt. Telur akan menetas dalam kurun waktu sekitar 12 sampai 14 hari.
  8. Terus rawat dan awasi pemberian obat dan pakannya supaya burung selalu sehat dan tidak terserang penyakit. Jangan lupa ajak berinteraksi supaya berkicau dengan baik.
  9. Seringlah menjemur burung di jam 09.30 sampai 10.00 waktu setempat.
  10. Selanjutnya, sabar dan telaten dalam menjalankan setiap prosesnya agar sukses.

Terakhir, lakukan pemasaran dengan gencar. Pemasaran ini dapat dilakukan dengan cara berpromosi langsung, mengikuti kompetisi kicauan burung, dijual ke pasar (offline dan online), atau bergabung di komunitas pecinta burung.

Analisa usaha ternak burung kenari: modal, pendapatan, keuntungan, dan BEP

Analisa usaha ternak burung kenari modal, pendapatan, keuntungan, dan BEP

Sumber foto: pexels.com

Apabila Anda tetap yakin setelah membaca prospek dan resikonya di atas, berikut ini disampaikan analisa usahanya:

Modal ternak burung kenari

Untuk memulai usaha ini, yang paling utama harus disiapkan adalah modal. Modal tak selalu berupa uang. Justru yang paling penting dalam usaha peternakan adalah pengetahuan mengenai cara beternak hewan tersebut.

Oleh karena itu, sebelum pusing memikirkan modal uangnya. Lebih dulu Anda harus tahu dulu cara beternak kenari secara detail. Mulai dari pemilihan induk hingga perawatannya saat bertelur, menetas, dan menyapih.

Jika modal terpenting tersebut sudah siap, silakan siapkan modalnya. Berikut ini adalah perhitungan kasar modal yang perlu disiapkan oleh pemula:

  1. Jika diasumsikan 1 pejantan untuk 3 betina, maka untuk 2 pejantan ada 6 betina yang dibutuhkan.
  2. Dimisalkan harga kenari betina per ekor Rp 350.000,-, maka modalnya 350.000 x 6 = Rp 2.100.000,-.
  3. Dimisalkan harga kenari jantan per ekor Rp 450.000,-, maka modalnya 450.000 x 2 = Rp 900.000,-.
  4. Pembuatan kandang dan penangkaran dianggarkan senilai Rp 3.000.000,-.
  5. Biaya pembelian alat perawatan dan biaya lain-lain senilai Rp 500.000,-.

Dengan anggaran di atas, maka total modal atau investasi awalnya adalah Rp 6.500.000,- saja.

Selanjutnya, Anda perlu menyiapkan biaya bulanan seperti pakan, obat, dan biaya perawatan. Berikut ini detailnya:

  1. Biaya perawatan kandang, burung, dll sekitar Rp 350.000,-.
  2. Biaya pakan, desinfektan, vitamin, dll sekitar Rp 700.000,-.
  3. Biaya listrik dan air sekitar Rp 150.000,-.

Dengan begitu, biaya bulanan yang harus dikeluarkan adalah senilai Rp 1.200.000,-.

Dari perhitungan anggaran di atas diketahui bahwa di bulan pertama Anda perlu menyiapkan uang sekitar Rp 7.700.000,-.

Anggaran ini merupakan estimasi. Harga pembelian burung harus tetap disesuaikan dengan harga umum yang ada di sekitar Anda. Jadi bisa lebih mahal atau malah lebih murah.

Pendapatan dari penjualan usaha ternak burung kenari

Selanjutnya, Anda harus menentukan target penjualan agar semangat dalam melakukan pemasaran. Misalnya, ditargetkan penjualan bulanan adalah 12 ekor, maka berikut ini adalah perhitungan pendapatannya:

  1. Misalnya satu ekor burungnya dihargai antara Rp 250.000 sampai Rp 350.000,- maka jika diambil rata-ratanya harga kenarinya adalah Rp 300.000,-.
  2. Dengan begitu, 12 x 300.000 = Rp 3.600.000,-.

Pendapatan bulanan ini diperoleh setiap bulan.

Keuntungan ternak burung kenari

Berikutnya, Anda harus menghitung total laba usaha ternak burung kenari. Di mana pendapatan bulanannya Rp 3.600.000,- dan pengeluaran bulanannya sekitar Rp 1.200.000,-.

Dengan begitu, dalam satu bulan laba usahanya adalah:

3.600.000 – 1.200.000 = Rp 2.400.000,-

Laba ini bisa menjadi penghasilan bulanan yang cukup menguntungkan. Anda bisa memperbesar penghasilan ini dengan cara rajin merawat dan menambah kuantitas penjualan burung setiap bulannya.

Estimasi BEP atau balik modal

Dengan laba di atas, kemungkinan modal awal akan BEP adalah:

7.700.000 : 2.400.000 = 3,2 bulan atau dibulatkan menjadi 4.

Artinya, modal awal yang dikeluarkan bisa kembali di bulan keempat. Bulan berikutnya Anda tinggal memutar uang pendapatan bulanan dengan asumsi uang tersebut tidak digunakan untuk hal lain selain mengembangkan bisnis.

Itulah rincian peluang usaha ternak burung kenari dan analisa bisnisnya. Meski estimasi, perhitungan di atas bisa diwujudkan asalkan ada tekat dan ketelatenan dalam menjalankan bisnis. Selamat mencobanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here