Gambar 1 - Peluang usaha jasa video shooting yang menjanjikan

Peluang usaha jasa video shooting makin menggiurkan. Permintaannya makin tinggi sehingga penghasilannya pun juga meningkat.

Pelaku bisnis ini juga belum begitu banyak, khususnya untuk daerah pedesaan. Dalam satu kampung, bisa dihitung hanya satu atau dua orang saja yang menjalankannya.

Padahal kalau dilihat permintaan bisnisnya, jelas jumlahnya lebih banyak. Sebab sekarang ada banyak sekali acara yang butuh direkam sebagai kenang-kenangan.

Sebut saja pernikahan, kelulusan (baik sekolah maupun kampus), pengajian, khitanan, hingga acara-acara lainnya.

Apabila Anda memiliki skill merekam dan melakukan editing video, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan kemampuan tersebut untuk menghasilkan uang.

Pada kesempatan ini, kami akan menuliskan analisa dan peluang bisnis jasa video shooting secara detail. Selamat menyimak.

Peluang usaha jasa video shooting yang menjanjikan

Prospek usaha jasa shooting ini sangat cerah. Hal ini dapat dilihat langsung dari permintaannya yang tinggi dan persaingannya yang rendah sebagaimana ditulis di atas.

Peluang usaha jasa video shooting yang menjanjikan

Sumber foto: Unsplash.com

Agar lebih jelas, berikut ini kami sajikan beberapa poin yang membuat bisnisnya dapat berkembang secara positif dan recommended untuk dicoba:

  1. Permintaannya datang dari berbagai lapisan masyarakat. Baik di desa maupun di kota, semuanya membutuhkan perekaman video untuk acara-acara penting.
  2. Meski sudah banyak yang punya HP, nyatanya menyewa jasa shooting tetap menjadi pilihan lantaran lebih profesional, mengetahui teknik videografi, dan fokus dalam melakukan perekaman.
  3. Tingkat persaingannya belum terlalu tinggi. Khususnya di pedesaan.
  4. Upah jasanya tergolong mahal.
  5. Modalnya tidak terlalu besar dan sudah merupakan investasi alat yang dapat dipakai berkali-kali.
  6. Tidak hanya acara penting, kini banyak pelanggan yang meminta rekaman untuk membuat konten ataupun live streaming youtube.
  7. Kesadaran masyarakat untuk merekam acara penting makin tinggi. Ke depannya diestimasikan juga akan makin banyak orang yang menginginkannya.
  8. Kebanyakan acara dilakukan saat hari libur sehingga cocok buat bisnis sampingan.
  9. Anda dapat menjalankan usahanya dengan bisnis lain. Misalnya usaha rental infocus atau yang lainnya.

Masih ada banyak hal lain yang akan membuat prospek bisnis ini cerah, baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Jadi, jangan takut untuk mencoba, apalagi jika Anda sudah punya keahliannya.

Risiko dan kelemahan peluang bisnis videografi

Risiko dan kelemahan peluang bisnis videografi

Sumber foto: Unsplash.com

Agar lebih yakin dan penuh persiapan, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi tantangan usaha jasa video shooting:

  1. Bisa menjadi bisnis musiman apabila tidak bisa menjalankannya dengan baik. Misalnya, hanya laris saat musim pernikahan atau musim hajatan.
  2. Dibutuhkan skill khusus untuk memulainya. Meski memang skill ini dapat dipelajari dan ilmunya pun sudah banyak bertebaran di internet.
  3. Sifatnya bergantung pada acara yang dibuat oleh orang lain. Bila tidak ada acara, maka kemungkinan pendapatannya adalah nol.

Selain tantangan di atas, Anda juga harus siap dengan segala kendala yang mungkin dihadapi di lapangan. Misalnya adalah komplain dari konsumen atau adanya kejadian tak terduga seperti hujan yang merusakkan alat, hilangnya file tanpa sengaja, dan yang lainnya.

Seorang pebisnis harus menjadi problem solver yang baik karena di situlah letak kemampuannya dalam berbisnis dapat terlihat dengan jelas.

Yang terpenting dari semua itu, jalankanlah bisnis dengan telaten, sabar, dan pantang menyerah.

Cara untuk memulai usaha jasa video shooting

Cara untuk memulai usaha jasa video shooting

Sumber foto: Unsplash.com

Bila Anda baru mau memulai bisnisnya, berikut ini kami sampaikan beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai persiapan awal sampai menghasilkan uang:

Siapkan modal utama: skill

Hal pertama yang perlu Anda siapkan bukanlah uang atau kamera videonya, melainkan skill untuk merekam dan mengedit video.

Meskipun nanti pada saat menjalankannya, Anda menggaji karyawan, tapi paling tidak Anda mengerti dasar-dasar melakukan perekaman sehingga saat ditanya klien, Anda dapat menjawab dengan lancar.

Ilmu ini dapat Anda peroleh dari banyak tempat. Kalau di kampus, misalnya dengan mengikuti kegiatan ekstra khusus videografi. Selain itu, Anda juga bisa belajar dari kelas kursus, buku, hingga informasi yang ada di internet.

Practice makes perfect. Kalau Anda belum punya kamera video yang mahal, coba gunakan kamera HP biasa dulu untuk latihan sampai mahir. Mulai dari teknik pengambilan gambar hingga cara editing.

Bila sudah mahir, Anda siap untuk membuka usahanya dengan menyiapkan modal selanjutnya.

Siapkan uang untuk membeli peralatan

Modal berikutnya adalah uang untuk membeli beberapa peralatannya. Anda mungkin butuh kamera video, baterai cadangan, kaset video, pembersih lensa, laptop untuk mengedit, dan yang lainnya.

Peralatan ini semuanya penting dan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil rekaman yang bagus.

Untuk itu, siapkan uangnya dan belilah sesuai kemampuan. Kalau belum ada dananya, silakan pinjam dulu ke angel investor.

Bentuk tim yang solid

Bisnis ini akan lebih menguntungkan bila dikerjakan bersama tim. Jadi, bentuklah tim yang solid untuk menghasilkan video yang bagus.

Jangan lupa survei lokasi dulu

Saat ada yang memesan usaha jasa video shooting, silakan lakukan survei dulu sebelum hari H. Hal ini akan membantu Anda menentukan angle dan mempersiapkan solusi untuk setiap kendala yang mungkin muncul pada saat acaranya.

Skill marketing dan negosiasi

Tanpa kemampuan pemasaran, semahir apa pun Anda merekam tak akan ada gunanya.

Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki skill marketing yang baik sehingga kemampuan dasar Anda dapat dipasarkan dengan lancar.

Anda juga harus punya skill negosiasi agar dapat berbicara dengan konsumen dengan metode-metode terbaik sehingga mereka puas dengan jasa yang Anda berikan.

Analisis usaha video shooting

Berikut ini adalah perhitungan peluang usaha jasa video shooting, mulai dari modal hingga pendapatan bersihnya.

Modal usaha video shooting

Komponen peralatan dan harganya:

  1. Kamera perekam dianggarkan seharga Rp 12.000.000,-.
  2. Tripod seharga Rp 700.000,-.
  3. Baterai kamera Rp 500.000,-.
  4. Kabel power seharga Rp 100.000,-.
  5. Pembersih lensa Rp 100.000,-.
  6. Kaset recorder Rp 500.000,-.
  7. Pelindung kabel Rp 100.000,-.
  8. Microphone, aksesoris, dan biaya lainnya dianggarkan Rp 1.500.000,-.
  9. Laptop dengan GPU yang baik seharga Rp 5.000.000,-.

Dari komponen di atas, diperlukan uang sekitar Rp 20.500.000,-. Nominal ini bisa saja meningkat bila harga produknya ada yang lebih mahal.

Biaya operasional atau produksi

Berikut ini adalah beberapa biaya operasional per bulan bisnis video editing:

  1. Listrik, air, dan pulsa dianggarkan Rp 400.000,-.
  2. Gaji karyawan 2 x Rp 1.500.000,- = Rp 3.000.000,-.
  3. Perawatan alat Rp 500.000,-.
  4. Materi promosi Rp 200.000,-.
  5. Flash disk atau kaset DVD dianggarkan Rp 625.000,-.

Artinya, dalam sebulan Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp 4.725.000,-.

Pendapatan bulanan

Jika dalam sebulan, Anda berhasil mendapatkan 7 klien dengan paket Rp 1.500.000,-, maka pendapatannya adalah Rp 10.500.000,-.

Laba per bulan

Dengan pendapatan tersebut, dalam sebulan Anda akan memperoleh untung sekitar:

Rp 10.500.000,- – Rp 4.725.000,- = Rp 5.775.000,-.

BEP atau balik modal

Artinya, modal awal yang Anda keluarkan akan kembali di bulan ke 4.

Demikian perhitungan umum mengenai peluang usaha jasa video shooting. Perhitungan di atas sangat mungkin mengalami perubahan, jadi sebaiknya tidak dijadikan sebagai patokan utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here