Gambar 1 - Peluang usaha budidaya ikan patin kolam terpal dan betontembok

Peluang usaha budidaya ikan patin masih sangat menjanjikan. Dalam sekali panen, Anda bisa mendapatkan laba puluhan juta rupiah.

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya laba pembudidayaan patin adalah permintaannya yang tinggi. Sebagai contoh, permintaan dari ibu rumah tangga, restoran, pedagang di pasar, hingga dinas-dinas atau lembaga tertentu.

Yang menarik, bisnis ini dapat dimulai dari modal yang kecil dan dapat disesuaikan dengan kemampuan. Selain itu, pembudidayaannya juga tergolong mudah. Dia dapat dibudidayakan di dalam kolam yang kecil maupun besar. Jadi, lahannya bisa disesuaikan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas secara ringkas mengenai prospek bisnis ikan patin dan analisa usahanya.

Peluang usaha budidaya ikan patin kolam terpal dan beton/tembok

Patin adalah salah satu ikan air tawar yang memiliki manfaat luar biasa buat kesehatan. Kandungan protein yang tinggi dan kolesterol yang rendah menjadikannya sebagai salah satu ikan yang cukup banyak dicari.

Peluang usaha budidaya ikan patin kolam terpal dan betontembokHal inilah yang tampaknya menjadikan permintaannya terus meningkat dan cenderung stabil.

Agar lebih jelas mengenai prospek menjanjikan dari bisnis patin, simak daftarnya berikut ini:

  1. Permintaan tinggi karena rasanya yang enak, kaya manfaat, teksturnya lembut, dan minim duri.
  2. Meski tak seperti usaha budidaya porang yang permintaannya langsung dari luar negeri, tapi permintaan domestik pun sudah cukup untuk membesarkan usaha patin.
  3. Teknik budidayanya mudah karena bisa dijalankan dari kolam terpal, beton, atau tembok.
  4. Modalnya bisa disesuaikan dengan kemampuan.
  5. Harga jualnya stabil.
  6. Informasi tentang budidaya patin sangat banyak sehingga bisa dipakai untuk meningkatkan keilmuan dalam teknik budidaya.
  7. Sudah banyak network atau komunitas bisnis budidaya ikan air tawar. Anda bisa memanfaatkan ini untuk pemasaran, bertukar pikiran, atau hal-hal positif lainnya.
  8. Masa pembesaran patin cukup cepat, yakni 6 – 7 bulan, tergantung bobotnya.

Itulah beberapa poin peluang usaha budidaya ikan patin yang menjanjikan.

Risiko, kendala, dan kelemahan budidaya ikan patin

Berikut ini adalah kemungkinan kendala yang akan dihadapi selama menjalankan bisnis ini:

  1. Pemasaran yang tidak tepat.
  2. Adanya virus, jamur, atau bakteri yang bisa menurunkan kualitas hasil panennya.
  3. Persaingannya cukup tinggi.
  4. Ada kemungkinan kegagalan dalam satu kolam akibat cuaca buruk.

Nah, saat Anda yakin untuk memulai bisnis ini, pastikan bahwa Anda sudah punya cukup solusi untuk mengatasi kendala-kendala di atas.

Strategi pemasaran ikan patin yang mudah

Sebagaimana disebutkan di atas, pemasaran merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh seorang pengusaha ikan patin. Selain itu, persaingan bisnis ini juga lumayan tinggi.

Strategi pemasaran ikan patin yang mudah

Sumber foto: pixabay.com

Benang merah atau solusi dari kedua hal tersebut adalah melakukan pemasaran yang tepat. Berikut ini teknik penjualan yang dapat Anda lakukan agar menghasilkan lebih banyak uang ketika panen:

  1. Melakukan pemasaran melalui media online seperti facebook, situs, marketplace, hingga instagram.
  2. Mengikuti komunitas pengusaha ikan patin.
  3. Memperbanyak jaringan pedagang pasar atau mengikuti perkumpulan pedagang pasar.
  4. Membentuk kerja sama dengan rumah makan, restoran, pemilik katering, atau semacamnya. Jadilah pemasok tetap.
  5. Bekerja sama dengan penjual olahan patin, misalnya abon, nugget, dll.
  6. Menjual olahan patin sendiri. Misalnya dengan membuat rumah makan atau membuat olahan patin lainnya.
  7. Bekerja sama dengan dinas atau lembaga tertentu. Misalnya jadi pemasok untuk pondok pesantren, bekerja sama dengan dinas pertanian, dll.
  8. Dijual langsung ke end-user. Misalnya ke tetangga atau ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggal Anda.

Dengan cara di atas, patin yang sudah dipanen akan dapat langsung terjual. Anda tidak perlu bingung memikirkan mau memasok patinnya ke mana.

Yang paling penting dari strategi pemasaran ini adalah jaringan yang luas. Meskipun tugas utamanya adalah membudidayakan ikan, sebagai pengusaha Anda juga harus membentuk dan memperluas jaringan sehingga bisnis tersebut dapat berkembang pesat.

Analisa usaha budidaya ikan patin: modal, keuntungan, dan BEP

Analisa usaha budidaya ikan patin modal, keuntungan, dan BEP

Sumber foto: pixabay.com

Sekarang, kami akan menyajikan analisa bisnis ikan patin yang cukup mudah dan dapat dijalankan dari rumah. Silakan simak rangkumannya di bawah ini:

Investasi atau modal bisnis budidaya ikan patin

Sama seperti bisnis pada umumnya, saat hendak memulai usaha Anda harus menyiapkan modal. Kabar baiknya, patin bisa dimulai dari modal yang kecil, bahkan hanya 3 jutaan saja. Anda pun dapat menyesuaikan modal ini dengan kemampuan keuangan saat ini.

Ada tiga hal utama yang diperlukan dalam membudidayakan ikan patin, yakni lahan/kolam, bibit, dan pakan. Pastikan ketiganya dapat tercukupi dengan baik sehingga bisnis bisa segera dieksekusi.

Berikut ini adalah estimasi modal untuk persiapan awal pembukaan budidaya patin:

  1. Diasumsikan lahannya sudah punya sendiri jadi tidak perlu biaya sewa. Biayanya nol.
  2. Agar lebih murah, Anda bisa membuat kolam terpal dengan anggaran sekitar Rp 750.000,-.
  3. Pembelian bibit patin 9 – 10 cm sebanyak 2.500 ekor @ Rp 700. Totalnya Rp 1.750.000,-.
  4. Pemberian pakan dengan asumsi 250 ekor/kg/bulan, dibutuhkan 10 kg per bulan. Artinya, dalam waktu 6 bulan dibutuhkan 60 kg. Jika harga pakan terbaik per kilogramnya adalah Rp 12.000,-, maka dana yang harus disiapkan adalah Rp 720.000,-.

Dengan perhitungan di atas, maka jumlah investasi awal yang perlu disiapkan adalah Rp 3.220.000,-.

Selain biaya di atas, Anda juga harus menyiapkan biaya di bawah ini:

  1. Listrik dan air per bulan Rp 75.000,-. Dalam masa 6 bulan dibutuhkan dana sekitar Rp 450.000,-.
  2. Vitamin, pupuk, dan biaya lain-lain dianggarkan Rp 500.000,-.

Jika dijumlahkan dengan biaya di atas, totalnya adalah Rp 4.170.000,-.

Dengan uang total 4 jutaan yang sudah termasuk biaya-biaya operasional, Anda bisa memanen hasilnya 6 atau 7 bulan lagi dengan angka puluhan juta rupiah.

Pendapatan dan keuntungan budidaya ikan patin

Jika setelah 6 bulan, bobot ikan patinnya sudah siap untuk dijual (sekitar 3 ekor / kg), maka Anda bisa mulai memanennya dan menjualnya. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

  1. Panen 2.500 ekor dan diasumsikan sehat semua.
  2. 500 ekor : 3 = 833 kg.

Artinya, Anda akan panen patin sebanyak 833 kilogram. Nah, harga patin per kilogram di pasaran berada di kisaran Rp 20.000 sampai Rp 30.000,- (tergantung daerahnya). Jika diambil nilai tengahnya ditemukan harga sekitar Rp 25.000,- per kg.

Dengan harga jual yang sama seperti di atas, pendapatan yang diperoleh adalah:

833 x Rp 25.000,- = Rp 20.825.000,-.

Artinya profit bersih yang akan didapatkan dalam sekali panen yaitu:

Rp 20.825.000 – Rp 4.170.000,- = Rp 16.655.000,-.

Karena laba bersih ini didapatkan dalam sekali panen (asumsi 6 bulan), maka artinya per bulan Anda mendapatkan dana sekitar Rp 2.775.833,-.

BEP atau balik modal

Dengan perhitungan di atas, sudah jelas bahwa pada saat ikannya dipanen, modal awal yang dikeluarkan untuk kolam dan bibit, semuanya langsung kembali. Anda pun secara pro rata mendapatkan penghasilan bulanan yang cukup fantastis.

Pendapatan bulanan dari peluang usaha budidaya ikan patin di atas pun dapat ditingkatkan dengan cara menambah bibit atau memperbesar skala usahanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here