Gambar 1 - Peluang bisnis konveksi rumahan yang menjanjikan

Peluang bisnis konveksi rumahan bisa dimulai dengan modal sesuai bujet. Pasarnya sangat luas sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang besar.

Skill utama yang dibutuhkan pada bisnis ini adalah menjahit. Namun untuk memulainya, tidak semua pemilik harus bisa menjahit.

Hal ini karena ada dua opsi yang bisa Anda pilih. Pertama, menjahit sendiri produk-produk yang mau dijual. Kedua, menyerahkan tugas menjahit kepada karyawan yang sudah pandai di bidang tersebut. Tugas Anda hanya sebagai penyedia modal dan memasarkan produknya apabila sudah jadi.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas lebih jauh mengenai bisnis ini. Jadi selamat menyimaknya sampai selesai.

Peluang bisnis konveksi rumahan yang menjanjikan

Dunia fashion Indonesia semakin maju. Hal ini dapat dilihat pada berbagai penjualan item fashion seperti baju, pakaian muslim, hingga jilbab yang cenderung mengalami peningkatan.

Peluang bisnis konveksi rumahan yang menjanjikan

Sumber foto: Pexels.com

Dari bayi, anak, hingga dewasa, semuanya membutuhkan item fashion untuk memberikan penampilan terbaik setiap hari.

Dari sinilah muncul peluang bisnis konveksi yang bisa dijalankan secara rumahan maupun dalam skala besar dengan membuat pabrik.

Nah, jika modal yang Anda siapkan untuk memulai usaha ini terbatas, maka pilihan yang paling pas adalah memulainya dari rumah. Toh, potensinya sama besarnya dengan yang skala besar.

Berikut ini kami sajikan beberapa alasan kenapa bisnis ini memiliki prospek besar dan cenderung menguntungkan:

  1. Pasarnya sangat luas. Mulai dari bayi, anak, remaja, hingga dewasa semuanya butuh pakaian atau produk konveksi lainnya.
  2. Sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan.
  3. Jika dijual secara online, Anda bisa merambah pasar nasional bahkan internasional.
  4. Bisa dilakukan meski tanpa skill menjahit, yakni dengan program kemitraan.
  5. Modalnya sangat kecil atau dapat disesuaikan dengan budget.
  6. Pasti laku dan minim rugi.
  7. Produknya tidak mudah busuk.
  8. Kalau dijual online, packing-nya sangat mudah. Tidak takut akan ada produk rusak di jalan.

Selain alasan di atas, masih banyak hal lain yang mendukung cerahnya prospek bisnis ini. Itulah mengapa, konveksi rumahan merupakan usaha yang cukup direkomendasikan.

Risiko dan kelemahan usaha konveksi

Usaha garmen rumahan ini juga memiliki risiko yang harus Anda waspadai, di antaranya adalah:

  1. Tingginya persaingan antar pebisnis, berlaku secara nasional.
  2. Bisnis akan mudah tenggelam bila alur kasnya kurang kuat.
  3. Pemasaran yang tidak tepat sasaran bisa membuat bisnisnya tidak berjalan sesuai rencana.
  4. Fashion selalu memiliki model yang berubah-ubah. Bila tidak siap, maka model lama yang belum terjual bisa jadi tidak laku.
  5. Harus siap berinovasi.

Untuk mengatasi kendala di atas, Anda harus tahu bagaimana strategi atau kiat sukses menjalankan bisnis konveksi rumahan.

Kiat sukses bisnis konveksi rumahan

Kiat sukses bisnis konveksi rumahan

Sumber foto: Pexels.com

Berikut ini beberapa tahapan yang bisa dilewati agar peluang bisnis konveksi rumahan yang Anda ambil sukses:

  1. Siapkan modal kemudian gunakanlah secara optimal.
  2. Cari supplier kain, benang, dan kebutuhan lain. Pilihlah yang dekat dengan rumah Anda sehingga biaya transportasinya tidak membengkak.
  3. Perhatikan juga harga yang ditawarkan dan reputasi supplier
  4. Pilih jenis produk yang mau dibuat. Misalnya, baju, kaos, kemeja, celana dalam, kerudung atau jilbab, pakaian anak, busana muslim, dll.
  5. Jalinlah kemitraan dengan penjahit di sekitar Anda. Mereka bisa memakai mesin jahit sendiri untuk menghasilkan produk yang Anda kehendaki.
  6. Bangunlah kepercayaan dengan supplier, mitra, dan konsumen.
  7. Branding produk dengan gencar. Kalau bisa pakai merek yang unik supaya mudah diingat orang.
  8. Siapkan marketing tools dan strateginya.
  9. Anda bisa memasarkannya secara online melalui media sosial, membuat akun marketplace, dll.
  10. Buat show room di rumah untuk memamerkan produk akhir Anda.
  11. Pasang banner atau informasi bahwa Anda berjualan produk tersebut.
  12. Tetapkan harga yang sesuai dengan pangsa pasar yang Anda tuju. Kalau memang mau melayani pembelian grosir, berilah harga kodian, lusinan, atau pembelian partai besar lainnya. Kalau mau ecer, tentukan harga terbaiknya supaya tidak terlalu murah dan merusak harga pasarnya.
  13. Amati tren dengan baik karena bisnis fashion bergantung pada hal ini.
  14. Atur keuangan dengan cermat agar alur kasnya baik.

Pemasaran harus dilakukan dengan gencar supaya merek atau brand yang Anda buat dikenal banyak orang. Bila sudah dikenal, jangan lupa untuk menjaga kepercayaan mereka supaya bisa jadi langganan. Pembeli yang loyal atau sudah langganan bisa jadi marketing terbaik untuk meluaskan pasar Anda.

Analisa usaha konveksi rumahan

Analisa usaha konveksi rumahan

Sumber foto: Pexels.com

Agar lebih jelas mengenai bisnis ini, berikut kami sajikan analisa usahanya. Mulai dari modal, pendapatan, keuntungan, hingga BEP-nya:

Modal bisnis konveksi rumahan

Sebagaimana diulas di atas, untuk memulai bisnis ini Anda tidak harus bisa skill menjahit dengan asumsi bahwa ada orang atau karyawan yang menjahitkan produknya untuk Anda.

Modal yang kami tuliskan di sini merupakan sistem kombinasi. Maksudnya, Anda punya skill menjahit sehingga bisa menghasilkan produk sendiri. Juga bermitra dengan penjahit lokal untuk menjahitkan produk konveksi Anda.

Contoh yang kami pakai adalah pembuatan kerudung atau jilbab.

  1. Mesin jahit seharga Rp 2.800.000,-.
  2. Mesin obras Rp 1.500.000,-.
  3. Pendedel, gunting, jarum, dan peralatan lainnya Rp 350.000,-.

Biaya di atas adalah investasi awal yang perlu disiapkan pada bisnis konveksi kecil-kecilan ini. Totalnya adalah senilai Rp 4.750.000,-.

Selanjutnya, Anda perlu menyiapkan modal untuk membeli kain dan buat persiapan biaya operasional bulanan. Berikut ini estimasi kebutuhannya:

  1. Kain dianggarkan Rp 5.000.000,-.
  2. Benang dianggarkan Rp 300.000,-.
  3. Biaya listrik bulanan Rp 200.000,-.
  4. Wifi atau kuota internet sebesar Rp 200.000,-.
  5. Busa untuk pad 30 meter @ Rp 12.000,-. Anggarannya menjadi Rp 360.000,-.
  6. Membayar ongkos jilbab per jilbab @ Rp 6.000,-. Misal dalam sebulan dapat 500 pcs. Anggarannya menjadi Rp 3.000.000,-.

Dengan begini, total uang yang harus dikumpulkan adalah Rp 9.060.000,-.

Estimasi pendapatan

Dengan pemisalan di atas, jika dalam sebulan Anda bisa memproduksi 200 pcs kerudung. Maka artinya dalam satu bulan, ada sekitar 700 pcs jilbab yang dihasilkan.

Apabila sebanyak 600 pc dijual per kodi (menjadi 30 kodi) dan 100 pc dijual secara ecer, maka berikut ini estimasi pendapatannya:

  1. Misal harga per kodi rata-rata Rp 450.000,-, maka pendapatannya adalah Rp 450.000,- x 30 = Rp 13.500.000,-.
  2. Misal harga per pc secara ecer adalah Rp 35.000,-, maka pendapatannya adalah Rp 35.000,- x 100 = Rp 3.500.000,-.

Dengan demikian, dalam satu bulan Anda bisa menghasilkan uang sekitar Rp 17.000.000,-.

Keuntungan yang akan didapatkan

Dengan perhitungan di atas, artinya Anda akan mendapatkan laba bersih sebulan:

Rp 17.000.000,- – Rp 9.060.000,- = Rp 7.940.000,-.

Laba ini akan secara otomatis menutup investasi awal yang Anda keluarkan.

Artinya, sama dengan peluang usaha budidaya tanaman anggrek, BEP bisnis ini berada di bulan pertama. Bulan kedua dan seterusnya Anda tinggal memutar penghasilannya saja.

Itulah peluang bisnis konveksi rumahan dan analisa usahanya yang dihitung dengan estimasi kasar. Selamat mencobanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here