Berbisnis Kopi! Kenali Jenis Kopi Arabika yang Mendunia

by admin_jack
Kopi Arabika

Kopi arabika atau Coffea arabica berasal dari sebuah hutan yang ada dipegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya, maka tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang sangat rimbun. Jenis kopi arabika ini banyak juga tumbuh di ketinggian di atas 500 meter dpl.

Kopi arabika akan tumbuh lebih maksimal bila ditanam diatas ketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar sekitar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan yang paling cocok untuk tanaman ini berkisar sekitar 15-24 derajat Celcius. Kopi arabika ini menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik yang tinggi.

Material organik tersebut akan digunakan tanaman ini untuk sumber nutrisi dan juga menjaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang sangat cocok berkisar sekitar 5,5-6. Tanaman kopi arabika ini pendek menyerupai perdu dengan ketinggian sekitar 2-3 meter. Batangnya berdiri tegak dengan bentuk yang membulat. Pohonnya juga memiliki percabangan yang cukup banyak.

Warna daun jenis kopi arabika ini hijau mengkilap seperti halnya memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua akan berwarna hijau gelap. Bentuk daun dari kopi ini memanjang atau lonjong dengan ujung daun yang meruncing. Pangkal daun tumpul dan mempunyai tangkai yang pendek. Struktur tulang daunnya berbentuk menyirip.

Kopi arabika ini mulai berbunga setelah pada musim hujan. Bunga dari kopi ini tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi ini berwarna putih dan bisa untuk melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan antara bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup sampai menjadi buah yang siap panen itu membutuhkan waktu sekitar 8-11 bulan.

Buah kopi ini bulat seperti telur, dengan warna buah hijau selanjutnya nanti berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang maka cenderung akan mudah rontok. Oleh karena itulah harus dipanen dengan segera. Buah yang rontok ke tanah tersebut akan mengalami penurunan mutu dan cenderung bau tanah.

Ada banyak jenis kopi arabika yang bisa ditanam di Indonesia. Setiap jenis mempunyai daya tumbuh dan juga daya adaptasi yang berbeda-beda. Pemilihan jenis dalam budidaya ini hendaknya bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya tersebut.

Untuk bisa memperoleh hasil yang lebih optimal maka gunakan jenis unggul dari sumber terpercaya. Kementerian pertanian melalui Puslit Koka selalu akan mengeluarkan jenis unggul. Beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut :

  • S 795

Jenis ini memiliki produktivitas sekitar 1000-1500 kg/ha pada kepadatan tanam sekitar 1600-2000 pohon per hektar. Mulai berbunga ketika umur 15-24 bulan. Agak tahan terhadap berbagai serangan karat daun bila ditanam diketinggian lebih dari sekitar 1000 meter dpl.

  • USDA 762

Produktivitas jenis kopi arabika ini mencapai sekitar 800-12000 kg/ha. Mulai akan berbunga pada usia 32-34 bulan. Agak tahan terhadap berbagai penyakit karat daun.

  • Andung sari-1

Produktivitas kopi jenis sekitar 350 kg/ha. Mulai berbunga pada usia 15-24 bulan. Bila ditanam diketinggian kurang dari 900 meter, maka jenis kopi ini rentan terhadap serangan karat daun namun akan cukup tahan ditanam di daerah yang kurang subur.

  • Sigarar Utang

Produktivitas kopi jenis ini mencapai 1500 kg per hektar. Jenis ini memiliki keistimewaan yaitu bisa berbuah terus menerus mengikuti pola dari sebaran hujan. Bijinya yang berukuran besar, rentan terhadap hama bubuk buah dan juga nematoda, namun cukup tahan terhadap karat daun. Disarankan untuk ditanam pada ketinggian di atas sekitar 1000 meter dpl.

Inilah seputar jenis kopi arabika yang bisnisnya sangat memdunia. Anda ingin bergelut dalam bisnis kopi maka tidak ada salahnya untuk lebih mengetahui lagi tentang berbagai jenis kopi yang ada. Hal ini dilakukan supaya bisnis Anda bisa sukses dan lancar.

 

related articles