Yespoint Skip Navigation Links

 Sepatu Tradisional yang Unik

 

 

Alas kaki sudah dikenal manusia sejak zaman prasejarah untuk sekedar melindungi kaki agar tidak cedera dari lingkungan sekitar. Alas kaki ada 2 jenis tergantung dari geografi & iklim ada yang tipe terbuka jenis sandal & ada yang tipe tertutup jenis sepatu. Pada mulanya alas kaki dibuat sederhana dari bahan-bahan alam di sekitar tanpa memperdulikan estetikanya, lama kelamaan manusia mulai mengenal budaya dan keindahan maka sepatu pun berkembang menurut kreativitas manusia. Dan sepatu pun memiliki berbagai bentuk dan ciri khas yang menjadikannya unik.

 

Berikut Channel Yes akan membahas mengenai negara-negara yang memiliki sepatu terunik ^_^

 

 

 

Korea

 

Korea memiliki 2 jenis sepatu tradisional:

 

 

Jipsin

 

Yang paling tua adalah “Jipsin”, jenis sepatu ini terbuat dari bahan jerami.

Dalam beberapa lukisan kuno Korea, sering digambarkan seorang pengelana yang bepergian menggantungkan sepatu jeraminya di punggung. Di masa Dinasti Joseon (1397-1910) sebagian besar rakyat menjadikan jipsin sebagai alas kaki mereka sehari-hari. Karena pada masa itu, rakyat Korea sebagian besar bekerja di bidang pertanian, bahan jerami untuk membuat jipsin dapat dengan mudah ditemukan. Biasanya mereka membuat jipsin padamusim dingin, saat tidak turun ke ladang untuk bercocok tanam, terkadang mereka memakai bakiak kayu. Pada masa kini jipsin masih tetap dikenakan, salah satunya pada upacara berkabung.

 

 

 

 

Gatsin

 

"Gatsin", lebih dikenal sebagai sepatu bunga, sepatu kulit tradisional Korea yang dipisahkan menjadi dua jenis, "hwa" (boot shoes) dan "hye" (low-rise shoes). "Gatsin" atau sepatu kulit awalnya hanya dipakai oleh "Yangban" (kelas bangsawan) dan keluarga kerajaan, sementara rakyat jelata mengenakan bakiak kayu atau sepatu jerami selama kerajaan Joseon (1392-1910). Ada sekitar 20 jenis hye dan sepatu hwa dari era Joseon - "taesahye", "oikohye", "jeokseok", untuk pria dan "suhye", "unhye", "danghye", dan "heukhye" bagi perempuan. Mereka sebagian besar terbuat dari kulit dan sutra dan bahan lain yang sesuai untuk setiap musim.

 

 

 

 

 

Indonesia

Sekarang di negara kita Indonesia, rata-rata bermodel selop atau kelom kayu dengan bermacam hiasan maupun bahan dasar. Biasanya kita dapat melihat alas kaki tradisional di acara-acara pernikahan maupun acara adat.

 

 

 

 

India

Sepatu tradisional india sangat cantik dengan ukiran khas namany Mojari / Khussa hasil kerajinan masyarakat tradisional india. Bahannya kombinasi dari serat tanaman & kulit, ditambah dengan embroider, manik-manik, atau kulit kerang sebgai hiasan. Zaman dahulu, Khussa hanya dipakai oleh para bangsawan dan anggota kerajaan saja. Khussa sekaligus menunjukkan perbedaan kasta masyarakat India kuno. Bahkan, khussa milik anggota kerajaan dibuat dari bahan emas atau perak asli, kulit berkualitas tinggi serta bertahtakan berlian atau mutiara laut.  Selain Khusssa, alas kaki india yang lain bernama Padukas, bentukny mirip sandal jepit tanpa tali.

 

  • Khussa

 

  • Padukas

 

 

 

China

Dahulu kala ada tradisi mengikat kaki di Cina. Dimana kaki perempuan-perempuan jaman dahulu kebanyakan diikat karena menurut orang jaman dulu kaki kecil itu sangat indah (Three Inch Golden Lotus). Tradisi ini mulai digunakan dari zaman dinasti Tang (608 Masehi) sampai akhirnya mulai dilarang saat revolusi Sun Yat Sen 1911.

Sepatu tradisional china memiliki ukuran yang sangat tidak wajar. Ukuran sepatu ini lebih kecil dari ukuran kaki orang dewasa. ini merupakan bagian dari budaya masyarakat Cina dan hanya dipakai oleh para gadis di sana. Saat sang gadis masih cilik sekitar berusia 3-6 tahun, ibunya sudah mulai memasangkan sepatu tersebut dan terus menerus dipakai hingga ia dewasa. Alhasil, banyak bentuk kaki gadis Cina yang menjadi aneh dengan jari-jari yang terlipat ke bawah telapak kaki karena sepatu yang super kecil tersebut. Bahkan untuk berdiri pun, gadis tersebut akan sangat kesulitan. Semua ini hanyalah sebuah tradisi perkawinan yang dipercayai masyarakat Cina tradisional.

 

 

 

 

 

Belanda

Clogs atau biasanya di sebut klompen sudah menjadi ikon khas tersendiri di Belanda. Secara historis, sepatu kayu itu sudah dikenal di Belanda sejak tahun 1270 SM. Istilah “klompen” merujuk pada sepatu kayu bagi wanita, sedangkan untuk pria, sepatu tersebut dinamai “holleblokken”. Di negara yang banyak air seperti Belanda, sepatu ini sangat bermanfaat mencegah kaki terbenam di tanah yang berlumpur dan lunak, selain itu sepatu kayu memberikan kehangatan pada kaki di musim dingin dan kesejukan di musim panas karena kayu memiliki daya serap suhu yang baik.

 

 

 

 

 

Perancis

Sepatu tradisional prancis berbentuk unik berasal dari lembah Bethmale dibuat dari sebongkah kayu yang diambil dari pohon walnut beserta akarnya, para pria biasa menciptakan sepatu ini untuk calon pengantinnya kelak. Dikatakan bahwa semakin tinggi ujungnya, maka semakin besar pula rasa cinta sang pria pada calon istrinya.

 

 

 

 

 

(vivi)

 

All image by google

 

 

 

facebook twitter plus Danh mục
Tulis komentarinformasi poin
diansari
pling bagu sepatu korea buat bangsawan nya, kyak model spatu jman skarang, indonesia jg gk kalah bagus, trendy gtu. yng laen agak aneh liat nya. hihi
20:08:17, 12/05/2013
Imelda2311
Suka bgt sama sepatu tradisonal dari Korea "Gatsin", saya suka dengan yang berbau tradisional dari Korea, dan saya koleksi beberapa souvenir dari Korea, cuma 1 yang belum kesampean yaitu sepatu ini "Gatsin". Berharap suatu saat kesampean..ehm...Daebak^^
12:05:10, 25/04/2013
Imelda2311
Suka bgt sama sepatu tradisonal dari Korea "Gatsin", saya suka dengan yang berbau tradisional dari Korea, dan saya koleksi beberapa souvenir dari Korea, cuma 1 yang belum kesampean yaitu sepatu ini "Gatsin". Berharap suatu saat kesampean..ehm...Daebak^^
12:02:31, 25/04/2013
aiedailglow
Agak bertanya-tanya gimana caranya pakai sandal jepit tanpa tali... Sepatu Perancis paling unik ya!
16:49:08, 06/04/2013
ryekyuhae
sepatu china bener-bener nyiksa bgt, kalau gw yg make udah cantengan duluan, duh mending sepatu orang indonesia juga gk nyiksa banget, yg di belanda kegedean yg di china kekecilan tapi unik-unik semua sepatunya
yg di korea kayaknya enak sepatu yg jerami kalao di pake lumayan buat dirumah
09:35:05, 17/01/2013
105501141197
Wah.. sepatunya keren-keren. Aku masih bingung membayangkan sepatu dari China dan padukas dari India. Sepatu yang kekecilan kan sangat sulit untuk dipakai. Apalagi sepatu atau sendal yang ngga ada talinya. Bagaimana cara menggunakannya yaa ? :/

Oh ya, di Rusia juga ada sepatu unik bernama Lepti. Lepti adalah sepatu tradisional asli Rusia yang terbuat dari anyaman tanaman. Biar tidak lepas sepatu diikatkan di kaki dengan tali yang juga terbuat dari tanaman yang dipelintir pelintir. Ukuran sepatu sedikit lebih besar dari ukuran kaki agar tidak lecet.

Di Ukraina ada sepatu yang sangat unik. Terbuat dari kulit pohon dan hiasan bunga-bunga dan buah-buah kering. Di bagian belakang sepatu ditambah pita yang terlihat cantik.

Di Jepang ada geta. Geta adalah sepatu atau sandal tradisional Jepang yang dibuat dari kayu. Pada bagian alas terdapat tiga buah lubang untuk memasukkan tali berlapis kain yang disebut hanao. Dua buah hak yang disebut ha terdapat di bagian bawah alas (sol). Geta dipakai di luar ruangan sewaktu mengenakan yukata atau kimono yang bukan kimono formal. Hak tinggi pada geta memudahkan pemakainya berjalan melewati jalan becek ketika hujan. Geta sudah dipakai orang Jepang sejak zaman Yayoi

Informasi itu aku dapat setelah browsing di internet. Semoga bermanfaat ^^
15:22:23, 08/12/2012
1
Tentang Kami | Syarat dan Ketentuan | Kebijakan Privasi | Spam | Kontak Kami | Lokasi
Twitter TOP
Beauty in Stock
  • My Page
  • YES Point
  • YES Money
Recently
Viewed
Items()
UP
DOWN
TOP
  • 1
  • 2
  • 3